RSS

supremasi perlindungan anak

05 Mar

Hukum perlindungan anak  harus senantiasa disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia. Penegakan hukum tak luput dari pengawasan dan penegasan untuk keadilan dan perlindungan anak-anak bangsa Indonesia. Optimalisasi pelaksanaan undang-undang perlindungan anak membutuhkan kepedulian bersama dari bangsa ini.

Tindak kekerasan pada anak tak mudah dihentikan dan terus meningkat. Bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi anak-anak selalu menjadi pihak lemah yang terancam di belahan dunia. Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa, pada Oktober 2006 mengungkapkan peningkatan bentuk dan kasus kekerasan di dunia.

Angka Kekerasan

Tragis sekali. Generasi penerus manusia di bumi ini, anak-anak kita, merupakan anak yang berkembang dari situasi ancaman kekerasan kepada mereka. Keadaan ini sangat penting diperhatikan. Diperlukan komitmen dan aksi nyata di tingkat internasional, nasional, dan lokal. Sosialisasi dan konsolidasi pemerintah bersama rakyat demi melindungi kualitas dan kuantitas masa depan anak bangsa.

Angka kekerasan pada anak tidak pernah menurun. Cenderung mengalami peningkatan setiap tahun. Terutama kekerasan yang terjadi di wilayah domestik, yakni kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Banyak sekali kasus kekerasan yang tidak dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Berdasarkan pendataan World Vision di daerah-daerah di Indonesia. Tahun 2008, telah terjadi 1.600 kasus kekerasan yang menimpa anak. Kemudian tahun 2009, kasus semakin meningkat dengan jumlah 1.891 kasus kekerasan anak.

Menurut catatan pengaduan kepada pihak KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), pada tahun 2008 telah ada 580 kasus pengaduan kekerasan yang dialami anak. Kemudian tahun 2009, angka pengaduan kasus kekerasan meningkat menjadi 595 kasus.

Dari catatan sembilan media surat kabar nasional di Indonesia. Terdapat temuan kasus kekerasan pada anak, sekitar 670 kasus yang terjadi pada tahun 2009. Satu tahun sebelumnya, terdapat pemberitaan 555 kasus kekerasan anak yang ditemukan media.

Upaya Perlindungan

Pelaksanaan hukum perlindungan anak, harus pula disertai dengan upaya dan usaha untuk meminimalisir tindakan kekerasan terhadap anak di tingkat masyarakat. Terdapat lima upaya yang bisa dilakukan bersama untuk melindungi anak dari perlakukan salah dan tindak kekerasan.

Pertama. Pemahaman komunal di setiap lapisan masyarakat tentang perlindungan terhadap anak. Melindungi anak dari diskriminasi dan kekerasan dalam payung hukum UU Perlindungan Anak. Maksimal beban hukuman bagi pelaku kekerasan adalah lima belas tahun kurungan dan terkena sejumlah uang denda.

Kedua. Penegakan hukum perlindungan akan secara tegas dan cepat tanggap oleh para penegak hokum dan didorong oleh kepedulian nyata pemerintah.

Ketiga.Peningkatan dan sosialisasi optimal tentang perlindungan anak di masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi tentang pentingnya melindungi anak sebagai tanggung jawab bersama. Diharapkan dapat menciptakan sikap kepedulian, atau awareness, terhadap setiap tindak dan gejala kekerasan pada anak-anak.

Keempat. Keterlibatan peran media untuk menimbang secara bijak setiap pemberitaan tindak kekerasan agar tidak mudah dicontoh oleh anak-anak. Tayangan media yang tiada henti sangat berpengaruh pada pengetahuan dan perilaku anak. Bukan saja pengawasan dari orang tua dan dewasa, tetapi pihak media sendiri harus melakukan pengawasan pemberitaan.

Kelima. Faktor pendukung kekerasan adalah kemiskinan di masyarakat. Maka pemerintah harus lebih memperhatikan dampak perlindungan pada anak dari program pemberantasan kemiskinan.

Secara moral anak adalah mutiara yang harus dijaga. Dalam agama, anak adalah amanat Tuhan yang mesti dilindungi dengan penuh kasih sayang. Hukum perlindungan anak di Indonesia menyatakan perlindungan terhadap anak dari segala tindak kekerasan dan diskriminasi.

Maka, mari kita lakukan untuk melindungi anak dari perlakuan salah dan merugikan masa depannya. Semoga!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 05/03/2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: